Selasa, 07 Juli 2020

Jurnal Mentoring pekan ke 7



Assalamulaikum, hai semua...

Memasuki pekan ke 7 kelas bunda cekatan di proses mentorship ini adalah melukiskan perasaan selama menjalaninya.

Sebenarnya sih bahagia karena dapat orang baik yang menunjukkan jalan untuk belajar nahwu shorof, walau saya mengerti mungkin karena kesibukkan beliau jadi kadang belum maksimal.

Tapi tetap bersyukur dan mengambil pelajaran bahwa belajar tak harus bergantung sepenuhnya kepada orang lain.

Walau jujur terkadang ketika saya down semangatnya ya juga butuh teman yang bisa memompa semangat, menularkan energi positif agar bisa kembali bahagia dan berakhir dengan high energy ending. 

Awalnya playground saya adalah tahsin, saya bahagia belajar dan mengajar tahsin, mengajarkan Alquran kepada orang lain, tertama anak-anak,  akhirnya merambah untuk tahu nahwu shorof agar saya paham kaidah-kaidah dalam Alquran yang kubaca akhirnya aku bisa paham dan mengerti maknanya dan kuamalkan dan ajarkan apa yang sudah kupelajari untuk menjadi pedoman hidupku.

Butuh waktu lama mempelajari keduanya dan waktu di mentorship ini  tak cukup. Tapi alhamdulillah bisa bertemu teman dam mentor yang sefrekuensi dalam belajar.

Sedih belum dapat surat cinta dari mentor ketika menanyakan beliau belum sempat, tapi saya tetap menghibur diri sekali lagi bahwa belajar tak harus bergantung kepada orang lain. 

Saya harus tetap jalan dan semangat menyemangati diri, menyetorkan jurnal ini apa adanya.



Me



Alhamdulillah akhirnya dapat juga surat yang ditunggu-tunggu pukul 20.14 wib.



#jurnalpekanke7
#terimakasihmentor
#kelaskupukupu
#buncekbatch1
#Ibuprofesional

Selasa, 30 Juni 2020

Jurnal Pekan ke 6

Memasuki pekan ke enam fokus pada kemajuan,  gak usah tengok kebelakang setelah melakukan false celebration.

Fokus dan high speed untuk mencapai tujuan mentorship. Selain di mentorship alhamdulillah  didukung  dengan kursus online yang baru saja selesai untuk level 1 insyaAllah  lanjut level 2.

Di Pekan ke 6 ini kami tiap hari komunikasi via whatsapp juga mesenger untuk mengintensifkan belajar melakukan action plan agar goal tercapai InsyaAllah. Aamiin.

Ini foto diaryku,  yang menggambarkan keadaanku pekan ini.


#jurnalpekan6
#kelas kupu-kupu
#buncekbacth1
#ibuprofesional

Selasa, 23 Juni 2020

False Celebration and 360°

Assalamualaikum,  Gimana kabar semua? Tambah seru atau tambah galau? 

Apakah yang menyebabkan hal itu terjadi. 
Diskusi dengan mentor apakah yang sudah di rencanakan berjalan baik atau masih perlu perbaikan. Harus jujur pada diri sendiri. Mengakui kesalahan diri,  "it's ok if I make mistake as long as I learn something from my mistake".

Selain itu juga minta feedback kepada mentor,  anak-anak,  suami.

Ternyata kesalahan perlu juga di selebrasi agar kita bisa memperbaikinya dan tidak salah lagi. 

Sesuatu  yang luar biasa kalau bisa tahu apa kesalahan sendiri dan bertekad untuk memperbaiki.

False celebration adalah mencari kendala yang menghambat selama proses kuliah buncek khususnya program mentoring.  

False celebration dengan mentor, ada
beberapa hal dari mental saya yang harus diperbaiki yaitu tidakkonsisten dalam melaksanakan rencana yang sudah saya tulis, kurang fokus juga harus menurunkan standar. Membaca terjemahan tak perlu banyak 15 menit cukup,  juga menghafal kosa kata dalam alquran cukup 5 saja sehari.




Meminta feedback dari orang-orang terdekat yang selalu bersama-sama 24 jam yaitu kepada anak dan suami. Dari anak-anak memberikan feedback kalau mamanya ini masih perlu mengendalikan emosi. Ini sudah saya latihkan di tantangan 30 hari yang lalu. Perlu dilanjutkan. 

Minta feedback dari suami beliu tidak ngasih jawaban, tapi saya biasa di tegur saat nyuci baju yang masih perlu belajar lagi hihi. 

Untuk action plan yang saya buat masih ada yang belum maksimal perlu saya revisi. 

Mentorship Nahwu sorof belajar meng'irob juga langsung berdiskusi jika ada kata-kata yang sulit.







#Jurnalpekan5
#kelaskupukupu
#buncekbacth1 
#Ibuprofesional

Selasa, 16 Juni 2020

Jurnal Pekan ke 4

Check In

Bagaimana  hubungan dengan mentor atau menteemu?

Kebetulan saya hanya punya mentor saja.

Apakah masih berlangsung dengan baik?
Alhamdulillah dari pertama memang sudah baik tapi kami jarang basa-basinya. Eh Ada ding  basa-basinya menanyakan kabar. Kenalan juga sudah. Kemarin kepotong dengan libur lebaran jadi kami fokus untuk menyelesaikan Ibadah akhir ramadhan.

Selama ini memang selalu via messenger  cuma kadang tak terbaca Jadi saya menyarankan via wa juga.  Alhamdulillah beliau setuju.

Kami kalau ketemu ngobrol  ya mengenai Nahwu shorof saja.

Awalnya memilih beliu menjadi mentor karena saya ingin memperdalam nahwu shorof dalam kaitannya untuk mengetahui tata bahasa dalam Alquran sehingga saya tahu artinya insyaAllah menuju memahaminya untuk mentadabburi dan Semoga istiqomah dalam menjalankannya.  Aamiin.

Kemarin-kemarin memang  mengatakan belum bisa nge wa/fokus Karena  faktor waktunya yang  belum pas.  Alhamdulillah setelah saya hubungi beliau Sudah aktif dan saling merespon.

Dalam proses  check-in ini beliau menanyakan tujuan saya dan  menanyakan apa yang akan saya lakukan.

Setelah itu bismillah kita jalan dengan yang sudah kita sepakati yaitu belajar meng'irob.

Hari ini saya mengerjakan 1 lembar tugas/latihan yang mengharuskan saya mengatur dari berbagi sumber di internet bahkan buku-buku nahwu shorof anak.

Semoga bisa berjalan lancar mentorship ini. Hingga bisa menjadi salah satu jalan yang mengantarkan saya bisa terbang lebih tinggi.

Program mentorship buncek sungguh luar Biasa.  Bisa diadopsi ketika kita mementori anak-anak kita.



#jurnalke4
#tahapkupukupu
#buncek1
#institutibuprofesional









Selasa, 09 Juni 2020

Jurnal pekan 3 Kelas kupu-kupu

Mempunyai mimpi-mimpi adalah hal yang biasa, tapi berjuang sekuat tenaga, gigih, pantang menyerah,  fokus Dan konsisten  mewujudkan mimpi baru luar 
biasa. 

Seperti di bunda cekatan ini kita dilatih untuk konsisten dalam suatu hal, walaupun banyak yang menggiurkan untuk dipelajari. Banyak yang menarik, tapi aku tak boleh tertarik. 

Fokus dan konsisten adalah kunci kesuksesan.  Mau cekatan di bidang soaping yang penting konsisten  walau hanya 15 menit persatu. 

Punya impian dan tujuan yang direncakan dengan baik.  Menentukan skala prioritas dari mind map sebagai berikut:





Skala prioritas sudah ditentukan maka membuat rencana tentang langkah-langkah yang akan ditempuh juga perkiraan waktu pencapaiannya.
 Dari paling prioritas apakah tujuannya?  Tujuannya adalah agar saya menjadi ahli Qur'an yang bisa menularkan kepada keluarga maupun masyarakat muslim.  Dan Insyaallah akan saya lakukan sepanjang hayat. Terus belajar Tanpa pernah merasa puas. Teori, praktek dengan memperbanyak tilawah,  mendengarkan murottal, Mengahafal Dan mentadabburi.




#jurnalke3
#tahapkupukupu
#buncek1
#institutibuprofesional

Jumat, 15 Mei 2020

Jurnal Pekan ke 2 kelas butterfly


Jurnal pekan ke dua
Mentee
Di pekan kedua ini saya meminta dengan bismillah untuk mengakhiri mentorship karena si mbak mentee saya ini ternyata tidak sesuai dengan mindmapnya.

Saya ingin mentee saya menjadi kupu-kupu yang kuat dengan melanjutkan  apa  yang sudah dipelajari sebelumnya dan ada di mindmapnya agar tidak tersesat. 

Mindmap mentee adalah muslimahpreneur sedangkan saya mentor tahsin.  Saya katakan mbak bisa belajar tahsin bareng saya kapan saja,  tapi carilah mentor untuk bisa menguatkan ilmu menjadi muslimahpreneur.

Beliau mengikuti saran saya.  Mudah-mudahan ketemu dengan mentor yang tepat.

Setelah mengakhiri mentorship ini rencana mau peer mentoring dengan temen-temen yang bidangnya sama tetapi ternyata temen menyarankan agar belajar saja menjadi mentor dari mentor kita tidak usah melakukan peer mentoring. Ok baiklah kalau begitu saya putuskan untuk tidak melakukan peer mentoring.


Mentor

Proses mentoring untuk pekan ke 2 ini adalah menentukan apa yang akan menjadi goal dalam proses mentoring ini.
Belajar nahwu shorof agar bisa paham arti dan makna dari tiap kata dalam alqur'an.
Sebelumnya saya sudah pernah belajar tapi banyak yang sudah lupa jadi ingin mempelajarinya lagi untuk menguatkan salah satu mindmap saya.

Mbak mentor menawarkan program mentoringnya dengan latihan mengirob.
Semoga bisa tercapai goal dari mentoring ini. 

#jurnalpekan2
#kelaskupukupu
#buncekbacth1
#ibuprofesional


Jumat, 08 Mei 2020

Jurnal Minggu Pertama Kelas Kupu-Kupu

Mencari Mentor Dan Mentee.

Salah satu program di kelas kupu-kupu ini adalah mentoring, yaitu  setiap mahasiswa diharapkan menjadi widyaiswara Salah satu bidan yang menjadi keahliannya  atau ilmu yang sudah dia pelajari dan mengerti sudah mumpuni, baik itu sesuai dengan mind map atau tidak.

Selain jadi mentor juga harus menjadi mentee dengan mencari seorang mentor yang akan membimbingnya tentang suatu hal yang berkaitan dengan ilmu yang ingi didalami atau dipelajarinya.

Proses Mencari Mentor

Nah proses mencari mentor tidak ada masalah yang berarti, lancar jaya sekali ngelamar langsung diterima.

Dalam mindmap saya ada beberapa topik yaitu: tahsin, manajemen waktu, main dengan anak dan manajemen konsistensi.

Nah saya akan mendalami tahsin dulu beserta ilmu yang mendukungnya yaitu bahasa arab, nahwu shorof dll.

Alhamdulillah ketika searching nemu satu-satunya mentor yang mau berbagi ilmu shorof yaitu mbak Juju Trenawati, maka saya langsung melamar beliau dan langsung diterima Alhamdulillah.

Kuputuskan memperdalam ini karena saya juga sedang belajar virtual tentang Nahwu shorof jadi biar sejalan.

Proses Menjadi Mentor 

Berpikir sejenak apa yang saya tekuni saat ini adalah berkaitan dengan Al'quran. Saya berbinar untuk belajar dan mengajarkan Alqur'an. Menjadi guru di TPA kurang lebih sepuluh tahunan. Maka saya memberanikan diri untuk mendaftar menjadi mentor tahsin dan pengajaran TPA.

Profilpun kutulis dan segera submit jadi mentor. Menunggu satu, dua sampai tiga hari tidak ada melamar jadi menteeku. Padahal lihat di Wag Hima Tangsel ada temen yang memang jam terbangnya sudah lumayan dilamar bahkan ada yang sampai lima mentee.

Aku ko sampe hari ketiga gak ada yang ngelamar ya, tetap menjaga semangat dan membesarkan hati agar tak minder toh sampe sekarangpun masih ada kurang lebih dupuluh orang yang menjadi mentor dan belum dapat mentee, bahkan mereka juga yang jam terbangnya sudah tak diragukan lagi.

Ini membuatku merasa tidak sendiri dan masih tetap mencari cara dengan bertanya ke mbak Ika Prat. Curhat ke beliau walau di tengah kesibukannya beliau sempatkan membaca pesanku.

Aku curhat bahwa bagaimana dapat mentee, karena nunggu pesan messenger berharap ada yang mau belajar bareng tapi hasilnya nihil.

Mbak Ika memberikan solusi gini, "coba di cari di daftar mentee ada 300an orang yang mencari mentor lho." Akupun langsung meluncur ke daftar mentee dan kubuka satu persatu.

Pertama nemu yang membutuhkan ilmu alquran, saya pikir inilah yang membutuhkan ilmu tahsin. Langsung saya klik dan menyapa terus menanyakan apakah perlu ilmu alquran itu adalah tahsin?

Lalu beliau tak berapa lama memberikan jawabannya bahwa dia sudah memiliki mentor. Oh sayang sekali belum berjodoh.

Mencari lagi dengan menyempatkan diri membaca satupersatu profil, alhamdulillah ada yang memcari ilmu tentang mengajar  Alqur'an anak-anak di TPA.

Wah seneng banget nih, berharap inilah menteeku sesuai dengan kemampuanku. Tapi setelah kukirim pesan mesenger dia menjawab " mbak Anten senang banget diajak belajar bareng tapi mohon maaf aku sudah punya mentor." Langsung tak terasa air mataku meleleh. Entah apa yang kurasakan. Campur aduk, galau, sedih, ingin nyrah saja. Tapi aku tetap berhuznudhon sama Allah mungkin aku akan diberikan mentee yang terbaik. Kalaupun aku gak dapat mentee aku akan belajar terus hingga diri ini layak jadi mentor. Aamiin.

Gak dapat mentee gak apa-apa yang penting sudah berusaha maksimal. Nanti ini akan menjadi bahan ceritaku di jurnal.

Untuk menumpahkan kesedihan yang kualami ini hanya bisa bercerita  pada mak Ika Prat saja. Kalau temen-temen ada yang menceritakan di wag Hima. Tapi aku gak bisa. Mak Ika hanya mendoakan "semoga segera dapat mentee."

Malam haripun tak bisa tidur memikirkan diri tang belum dapat mentee, tiba-tiba dalam kesedihan ini Allah memberikanku ingatan kepada seorang temen seregional yang sama-sama belajar tahsin tapi beliau lama tidak muncul di grup. Namanya mbak Marisa. Ada apakah gerangan? Gimana kabarnya?

Awalnya hanya ingin menanyakan kabar beliau saja. Tak terpikir bahwa ingin menjadi mentornya.

Tapi qodarullah beliau langsung meminta saya menjadi mentornya. Masyaaalah dengan senanghati dan bersyukur ternyata Allah memberikan yang terbaik yaitu orang yang selama ini sudah saya kenal dan memerlukanku untuk belajar tahsin. Bersyukur Alhamdulillah. Akhirnya bertemu orang yang tepat setelah mengalami penolakan walaupun secara halus kok ya sedih gitu ya.

Bismillah saya akan memulai belajar mementoring mentee saya semoga lancar.

Seru juga cerita ini akan kukenang selalu. Terimakasih bu Septi atas curahan ilmu menjadi mentor dan mentee yang baik, yang selalu menjunjung tinggi adab.

Ini adalah benar- benar belajar saya secara sadar.  Menjadi kupu-kupu muda yang bermanfaat lebih banyak lagi. Insyaallah.

Selamat bejuang wahai diriku, perjalanan panjang baru dimulai. Semoga meraih derajat yang mulia.




#Jurnalpekan1
#Kelaskupukupu
#Menjadimentormentee
#Buncek bacht1





Lomba 17 an

Sendiri mendaftar, berangkat bareng teman, pengumuman pun sendiri. Masyaallah tabarokallah,