Senin, 26 Oktober 2020

Membangun Pondasi Karakter Hexagonia

 Tahapan Character to nation kami lalui pekan ini dengan berdiskusi untuk menentukan karakter apa yang menjadi booster untuk ptojek passion, delay juga risk. 

Boost adalah faktor karakter moral dan kinerja yang mendukung sedangkan delay adalah faktor yang menghambat sedangkan risk adalah faktor moral dan kinerja yang menjadi penghenti projek passion.

Selanjutnya menentukan tujuan projek passion, ini sudah ada di proposal projek sebelumnya.

Setelah berdiskusi berkali-kali kami menemukan titik temu dan hasil yang kita bikin jurnal, Alhamdulillah.

Jadi kami memilih 8 karakter yang

boost  untuk di pelajari dan ditularkan selama 6 bulan. Jadi ada 2 orang yang mengambil karakter yang yang sama.

Saya sendiri memilih karakter konsisten/istiqomah karena saya yakin jika melakukan sesuatu dengan istiqomah insyaallah akan berhasil, apapun itu.

Juga saya ingin menantang diri agar selalu istiqomah di dalam kegeiatan yang saya tekuni saat ini.

Bismillah. Istiqomah dalam belajar, berkembang, berkarya, berbagi dan berdampak. Aamiin. Istiqomah untuk berbuat baik, istiqomah menulis, istiqomah ngajakin teman dalam kebaikan, istiqomah memberi semangat kepada yang lain, istiqomah menghafal alquran, belajar dan mengajarkannya, Insyaallah.

Alhamdulillah berkumpul dengan teman teman yang passionnya masyaallah keren-keren, kami berkumpul di co housing agama, ada yang ngajar TPA, 3T fokus tahsin tahfid dan tadabbur, jurnal alquran, parenting nabawiyah, ruqyah dan motivator semua itu menjadikan alquran sebagai landasan, menjadikan alquran untuk way of life.

Masyaallahnya ada teman yang jago membuat desain canva jadi urusan membuat lembar kerja beliau sigap, dan kami membantu apa yang siperlukan, jazakunallah teman-teman sholehahku semoga kita semakin mengenal satu sama lain, bisa menjalankan menjiwai core value ibu profesional yang juga menjadi core value hexagon city.

Adapun materi perlu saya cantumkan yang sudah saya rangkum agar bisa menjadi catatan saya hingga kapanpun aku bisa membukannya lagi suatu saat.

*Membangun* *Zona* *Karakter*


*Karakter* *Moral*: kumpulan kualitas perilaku moral Hexagonia yang bisa menyatukan dan mendefinisikan secara budaya sebagai perbedaan dari warga lain 

Kesamaan karakter moral yang akan menjadi identitas suatu kelompok ~citra 

 

1. *Moral* *Knowing*, Pengetahuan tentang moral. Contoh: empati 

Pengetahuan tentang moral yang harus diketahui setiap Hexagonia, bukan karena harus menghapal. 

o Moral Awareness, mengambil dengan penuh kesadaran bahwa saya harus mengetahui moral apa yang diperlukan, menyadari pentingnya moral yang diperlukan, bukan karena pembiasaan 

o Knowing Moral Values, mengetahui apa saja moral bagi Hexagonia 

o Perspektif Taking, berusaha memiliki sudut pandang orang lain: bagaimana jika saya menjadi dia jika saya menyalahi moral tersebut 

o Moral Reasoning, ada alasan kuat bagaimana membedakan baik-buruk, benar-tidak, manfaat-tidak 

o Decision Making, memutuskan bahwa yang sudah saya pelajari akan saya amalkan 

o Self Knowledge, bagaimana memahami diri kita mengapa kita menjalankan moral ini 

 

2. *Moral* *Feeling*, perasaan tentang moral. Contoh: merasakan empati 

Perasaan tentang moral yang harus selalu diasah oleh warga Hexagon City 

Perasaannya mengalami perubahan, continous improvement 

o Conscience, memiliki hati nurani 

o Self esteem 

o Loving the good, mencintai kebenaran apapun yang terjadi 

o Self control 

o Humility, kerendahan hati 

o Emphaty, bagaimana kita merasakan apa yang dirasakan orang lain 

 

 

3. *Moral* *Action*, contoh perbuatan moral. Contoh: akan diajarkan secara teoritis, contoh perbuatan empati seperti apa 

Bagaimana membuat pengetahuan moral dapat diwujudkan menjadi tindakan nyata. Perbuatan tindakan moral ini merupakan hasil (outcome) dari dua komponen sebelumnya 

 

o Competence, kompetensi artinya akan melatih karakter tersebut setahap demi setahap, jika tidak ada tantangan maka tidak akan bisa mengasah karakter moral, harus bisa menata setahap demi setahap karakter moral agar tampak 

o Will, ada keinginan untuk mengamalkannya 

o Habit, melatih komitmen dan konsistensi kita 

 

*Core* *Value*, core value Hexagonia harus sama dengan Ibu Profesional 

Penentuan core value dengan menulis semua moral knowingnya, karakter moral.  

1. *Belajar*, berada dimanapun komponen (Institut, KIPMA, dll) maka basisnya adalah belajar, terus belajar, belajar memahami menjadi perempuan, ibu dan istri 

2. *Berkembang*, continous improvement, apa perkembangan yang diperoleh dari awal masuk sampai hari ini, jika belum ada perkembangan harus diasah lagi, bagian mana yang harus diasah, harus berubah untuk berkembang secara setahap demi setahap 

3. *Berkarya*, menghasilkan karya dari kita untuk kita 

4. *Berbagi*, ketika ulang tahun IP ke 9 kita akan mencanangkan bahwa kita akan berbagi kepada masyarakat Indonesia 

5. *Berdampak*, setelah berbagi kita akan melihat dampak manfaat kehadiran IP bagi Ibu di seluruh Indonesia. 

Kita harus menginternalisasikan core value ke dalam diri masing-masing anggota Ibu Profesional, agar bisa berdampak bagi seluruh Indonesia mulai dari belajar, berkembang, berkarya, berbagi dan berdampak. 

 

*Karakter* *Moral* Hexagon City harus sama dengan Ibu Profesional 

1. Never stopped running, the mission alive. Tidak akan berhenti akan tetap hidup, masing-masing Ibu akan membawanya dalam rangka meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang perempuan, ibu dan istri. Andai ada 1000 ibu berjuang untuk pendidikan keluarga Indonesia, maka salah satunya saya. Jika ada 1 ibu berjuang untuk pendidikan keluarganya, maka itulah saya.Sehingga tidak peduli siapa pengurusnya. 

2. Don’t teach me, I love to learn. Konsep belajar berkembang dari tahun ke tahun, aku tau-kamu tau-ayo diskusi, sebagai teman belajar bareng. 

3. I know, I can be better. Akan mengetahui bahwa diri kita lebih baik dari hari ke hari 

4. Always on time. Jika orang luar memberi feedback tentang event-event IP adalah ketepatan waktu Ibu Profesional, berapapun yang hadir tetap dimulai sesuai waktunya, ini yang kita praktekkan terus menerus. 

5. Sharing is Caring. Tidak pelit berbagi ilmu dan lainnya. 

 

*Karakter* *Kinerja*, kumpulan kualitas sikap perilaku yang dimiliki oleh seseorang yang akan menentukan pencapaian prestasi kerja dalam kehidupannya. Karakter kinerja ini beragam dan para Hexagonia dapat melatihnya satu persatu sesuai dengan peran yang diambilnya di Hexagon City.  

Contoh beberapa karakter kinerja sesuai abjad: 

1. Alertness, kewaspadaan. Menyadari apa yang terjadi disekitar saya, sehingga saya dapat memilki respon yang tepat. 

2. Attentiveness, perhatian. Menunjukan nilai seseorang atau tugas dengan memberikan konsentrasi penuh dengan apa yang saya miliki. 

3. Benevolence, kebajikan. Memberikan kebutuhan dasar kepada orang lain tanpa harus memilki motif pribadi. 

4. Boldness, keberanian. Keyakinan untuk mengatakan atau melakukan apa yang baik, benar dan manfaat. 

5. Compassion, welas asih. Menginvestasikan apapun yang diperlukan untuk menyembuhkan orang yang terluka. 

6. Diligence, ketekunan. Menginvestasikan seluruh energi saya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan kepada saya. 

7. Endurance, daya tahan. Kekuatan batin untuk menahan stress dan melakukan yang terbaik. 

8. Dll 

 

Karakter Moral harus sama, namun semakin beragam Karakter Kinerja maka semakin mendekati sempurna.  

Silahkan mencari sebanyak-banyaknya karakter moral, silahkan dengan berbagai referensi dan teori dari manapun, yang penting kita sepakati definisinya. Yakin saja dan tidak apa-apa untuk berbeda. 

 

*Penjelasan* *Tugas* 

 

Bayangkan Project Passion anda bersama tim di CoHousing ibarat kapal yang akan berlayar ke sebuah pulau yang menjadi tujuannya/goals.  

Goals, tuliskan goals anda, apa yang menadi tujuan Project Passion anda. Kali ini presentasi brainstorming dan diskusi jadi anda silahkan menggunakan sticky note yang ada pada template. Bisa dengan online seperti jamboard atau aplikasi sticky note lainnya, atau digambar. 

Boost, faktor apa saja yang berhubungan dengan karakter kinerja dan karakter moral yang bisa memberi energi lebih sehingga akan mempercepat laju Project Passion anda sampai tujuan 

Delays, faktor apa saja yang berhubungan dengan karakter kinerja dan karakter moral tim anda yang berpotensi memperlambat Project Passion anda. 

Risks, faktor apa saja yang berhubungan dengan karakter kinerja dan karakter moral tim anda yang berpotensi menghentikan Project Passion anda. Sebagai warning agar project tidak berhenti ditengah jalan. 

 

Semua akan berkontribusi dan memberikan gagasannya, tidak ada Silent Reader 

 

Character to Nation, tuliskan karakter-karakter apa saja yang diperlukan agar menjadi booster bagi Project Passion di masing-masing Co 

 Housing 

1. Tuliskan karakter-karakter itu di setaip sticky note 

2. Sematkan foto-fotomu yang ingin kamu tumbuh bersamanya di Co Housing dan Project Passionmu 

Semua Hexagonia berkomitmen untuk memilih dan belajar menerapkan karakter-karakter ini di Project Passion 

 

Contoh karakter template, boleh 1 karakter diisi oleh 2 orang anggota tim Project Passion 

 

Karakter itu tidak bisa diajarkan di dalam kelas, karakter itu ditularkan! (Pak Dodik Maryanto) 

 

Anda ingin dikenal sebagai sosok apa?   

 

*Diskusi* 

Selama 6 bulan ini ambil 1 karakter dan dipraktekkan terus menerus di Project Passion. Jika 1 Project 10 karakter, maka 1 karakter bisa 1-2 orang anggota tim. Seperti di Lebah Putih, mengajarkan 1 karakter yaitu kejujuran, butuh 1 tahun 

Ditentukan bersama Karakter Kinerja di dalam Co Housing, kemudian 1 anggota tim memilih 1 karakter sebagai bentuk kontribusi sebagai Hexagonia 

*Semua* *ibu* *berhak* *bahagia*, itu adalah tujuan jangka panjang Ibu Septi bagi seluruh perempuan, ibu dan istri di seluruh Indonesia 

Boleh memilih menggunakan karakter kinerja yang sudah melekat dikenal lingkungan sekitar, atau belajar melatih dengan karakter baru. Contoh: dikenal semangat belajarnya, namun suka terlalu euforia sehingga harus ditambah manajemen waktunya.  

Sehingga di dalam komunitas ini bisa inline antara pendidikan karakter anda, dengan pendidikan anak-anak dan keluarga, jika bertolak belakang silahkan balik kanan 

Konsekuensi orang yang tidak aktif adalah menerima yang sudah ada, jika tidak aktif kemudian protes dan datang dengan segala macam pemikirannya --> karakter yang membuat delays dan risks. Kita harus berbasis data dan fakta dalam menghadapi hal seperti ini. 

Karakter, diambil definisi-definisinya kemudian di sepakati di Co Housing 

Parameter pelaksanaan karakter akan dibahas di zona H 

Gambar Kapal merupakan Peta Co Housing sebagai tugas kelompok, namun prosesnya dilaporkan di jurnal masing-masing sebagai bentuk tanggung jawab sebagai bagian dari Co Housing dan Project Passion kita. Bagaimana peran kita di Co Housing dan Project Passion. 

Bagaimana jika belajar tidak didukung orang dekat? Belajar passion dan melatih karakter tidak membuat anda bergantung kepada orang lain, tidak terpegaruh kondisi dan orang luar sehingga kita dapat beradaptasi dengan kondisi dan cara yang kita lakukan. 

Karakter-karakter berpotensi Risks dan Delays: tidak tepat waktu, silent reader, tidak memiliki perseverance, dll 

Aktivasi karakter ini Jika dikuliahkan akan membosankan, namun jika disimulasikan, nanti anda akan merasakan WOW 

Fokus di Boost karakter. Delay dan Risks diusahakan tidak muncul, jika muncul sebagai warning jangan sampai karakter tersebut muncul. 

1 Kapal di Co Housing namun kisah masing-masing anggota tim akan berbeda. 

Tips menghindarkan dari distraksi: Menarik namun tidak tertarik 

Silahkan mencari referensi sebanyaknya tentang Character to Nation 





#HexagonCity

#Hexagonia

#Character to Nation

#KuliaBundaProduktif

#InstitutIbuprofesional





Kami berdiskusi berkali

Rabu, 22 Juli 2020

Aliran Rasa Kelas Bunda Cekatan

Belajar merdeka, merdeka belajar ...
Aku bahagia menjalani semua prosesnya.

Selama 6 bulan kurang lebih perkuliahan dimulai dari tahap telur-telur, ulat-ulat, kepompong dan terakhir tahap kupu-kupu.

Di kelas telur, ada telur hijau, merah dan orange. Pertama membuat daftar seluruh kegiatan yang kita lakukan setiap hari sebagai istri, perempuan dan ibu, melacak  atau niteni (bahasa jawa) mana kegiatan yang membuat hati berbinar, mana yang bikin hati redup alias kurang bahagia. Ini adalah tahap telur hijau.

Di tahap telur merah temukan terampilmu dibidang apa? Mencatat kegiatan yang membuat hati bahagia dan kita ingin berlama-lama dengan aktivitas ini. Lalu buat kuadran dengan kegiatan-kegiatan: 
1. Penting mendesak, 
2. Penting tidak mendesak, 
3. Tidak penting dan mendesak, 
4. Tidak penting dan tidak mendesak.

Setelah itu masuk tahap telur orange mencari ilmu apa yang diperlukan untuk terampil dibidang yang sudah dicatat di telur merah. Termasuk belajar bagaimana menyingkirkan rintangan agar bisa mencapai terampil di suatu bidang. Misalnya agar punya waktu banyak untuk bermain dengan anak maka saya harus belajar bagaimana beres-beres efektif dan efisien agar bisa berlama-lama membersamai anak, atau belajar bagaimana bagaimana mengatur waktu agar bisa belajar tahsin dengan tenang.

Selain harus mengetahui ilmu apa yang kita butuhkan, sumbernya dari mana lalu  kita juga harus tau bagaimana cara belajar yang asyik sesuai dengan yang kita inginkan. Dengan kata lain yang gue banget tanpa terpengaruh dari faktor eksternal karena belajar yang merdeka dan merdeka belajar adalah proses yang bahagia untuk menjadi mahir dalam bidang tertentu.

Setelah itu langkah berikutnya adalah membuat mindmap atau peta belajar. Dibuat topik utama  apa yang akan dijabarkan ke beberapa sub topik. Tujuan mindmap ini agar kita tidak tersesat dalam belajar alias fokus terhadap tujuan utama. Hal ini sangat mungkin di era banjir informasi bila kita konsisten dan fokus maka tentu goalnya tidak akan tercapai.



Belajar setahap demi setahap, fokus, konsisten, sabar insyaallah terwujud.

Masuk kelas ulat-ulat, masuk the jungle of knowledge, disana banyak makanan yang wow sungguh lezat-lezat. Rasanya ingin memakan semuanya. Tapi aku harus memilih makanan yang sesuai dengan diriku. Sesuai dengan mindmapku. Banyak yang menarik tapi aku tak boleh tertarik. Disini aku juga melihat banyak teman-temanku yang sedang camping bahkan kami juga camping bersama. Belajar memahami mengenal teman-teman mahasiswa buncek untuk berkenalan, memberikan hadiah dengan ikhlas tanpa berharap juga aku belajar bagaimana mengolah rasa ketika memberi dan menerima. Kelas ulat adalah proses knowing something atau learn.

Setelah kenyang dengan makananku aku masuk ke kelas kepompong yaitu menjalankan proses being, kepompong ini  harus berpuasa menyingkirkan penghalang agar bisa cekatan debgan bidang tertentu. Aku puasa agar tidak telat bangun minimal pukul 4 subuh. Agar bisa mengawali hari lebih dini melakukan tahajjud dan lain-lain sebelum anak-anak bangun ini adalah prime timeku untuk belajar, menulis dan atau membaca. Puasa yang kulakukan juga puasa marah atau meninggikan suara kepada anak-anak. Alhamdulillah dampaknya luar biasa untuk diri dan keluarga. Puasa yang dilakukan sebelum  puasa di bulan ramadhan atau puasa sesungguhnya menjadi latihan yang sangat bagus. Sambil puasa kegiatan produktif yang menunjang agar kita terampil adalah bidang tahsin dan membuat 1 mainan dari barang bekas, atau ide bermain kreatif untuk membersamai anak-anak. Mulai dari mainan tradisional hingga mainan modern. Alhamdulillah bisa menjalankan tantangan 30 hari tanpa rapel dan bahagia ketika mendapat apresiasi dari ibu Septi untuk ikut bertatap muka langsung via Zoom bersama teman-teman lain yang konsisten. Ada 3 mahasiswa dari hima Tangsel, dan sekitar 200 orang mahasiswa dari ribuan yang berhasil istiqomah dalam tantangan itu.



Selanjutnya adalah kelas kupu-kupu, menjalankan program mentorship belajar menjadi mentor dan mentee, masyallah ternyata teman-teman mahasiswa buncek luar biasa, semua mahasiswa menawarkan keahliannya menjadi mentor Keren. 

Sayapun mengisi profile mentor sediain keahlianku walaupun saya juga masih dalam proses belajar,  never ending learning. Tentunya yang bermanfaat dengan tahsin dan ngajar Alquran di TPA. 

Alhamdulillah mentee ada yang ingin belajar tahsin Tapi diperjalanan setelah beberapa minggu baru ketahuan bahwa mentee ternyata mengambil bidang yang tak sesuai dengan mindmapnya akhirnya aku menyarankan agar beliau mencari mentor sediain dengan yang ditulis di peta agar manhunts bisa menjadi kupu-kupu yang kuat. Kamipun mengakhiri mentorshipnya dengan husnul Khotimah. 😆

Saya menjadi mentee di bidang nahwu shorof yang menjadi salah satu bidangny yang ingin saya kuatkan berkaitan dengan Alquran selain tahfiz. Alhamdulillah dipertemukan dengan mbak Juju Tresnawati dari IP Bandung, Jazakillah khoir  atas bimbingannya. Beliau Baik dan sedikit canggung dalam berkomunikasi diawal proses mentorship,  tetapi setelah mengenalnya lebih jauh MasyaAllah. Beliau Sabar membimbing saya belajar nahwu shorof. 

Ini adalah proses kami di kelas bunda cekatan, aku belajar banyak hal. 

1. Mengenalkan diri ini, tak perlu merasa underestimate diri melihat yang lain. Yakin bahwa diri kita unik,  bisa dan mampu sesuai dengan cara kita. Menerima diri dengan kelebihan Dan kekurangannya. 

2. Belajar konsisten dan fokus, satu persatu hingga mahir baru pindah ke lain bidang.

3. Belajar berbagi apa yang kita punya, Alhamdulillah semenjak ikut buncek selalu menanyakan pada diri apa lagi yang bisa saya lagi,  saya bisa bermanfaat apa lagi untuk keluarga dan masyaraka sekitar dan untuk Indonesia. Ingin menjadikan diri dan keluarga rahmatan lil'alamiin.  After Kelas buncek memberanikan diri untuk menjadi kurir  wakaf rombongan  buku-buku siroh  dengan mengajak keluarga, teman,  tetangga ikut berpartisipasi dalam wakaf buku rombongan yang akan kami salurkan ke yayasan,  taman baca,  sekolah-sekolah Dan TPQ seluruh Indonesia yang membutuhkan buku-buku siroh untuk mengentaskan but siroh. 

4. Lebih banyak bersyukur agar bahagia,  karena kebahagian diri sendiri adalah nurlailah agar kita bisa membahagiakan keluarga juga oranglain.

5.  Belajar menghargai diri sendiri juga anak dan suami sekecil apapun itu kesuksesan yang dicapai. 

6. Belajar bagaimana cara belajar yang baik,  membuat mindmap sebagai Peta belajar agar tak tersesat alias fokus pada goal yang sudah direncanaka.

7. Gagal tak mengalami asalkan aku belajar dari kegagalan itu.

8. Belajar menerima jika diberi feedback,  dikritik suami kadang ngambek mencari pembelian diri sebelumnya buncek tapi setelah buncek alhamdulillah menerima dengan senang hati jika ada kritikan karena dengan kritikan bisa belajar menjadi lebih baik. 

Sebenarnya masih banyak yang bisa diambil pelajaran. Akan tetapi 8 hal diatas sudah mewakili. 

Tetiba sedih ketika buncek Sudah akan berakhir setiap kahima ditugaskan membuat video selebrasi perregional,  undangan selebrasi kelulusan sudah disebar rasanya bahagia bisa mengikuti setiap tahapan dengan baik tanpa ada halangan suatu apapun tapi di balik itu ada kesedihan yang kurasa mengakhiri buncek ini. Semoga aku bisa menjadi kupu-kupu yang menebar manfaat bagi orang lain,  Aamiin. 

Ucapan terimakasih tak terhingga kepada guru kami ibu Septi Peni Wulandani Dan Bapaknya Dodik Maryanto semoga keberkahan tercurah kepada Bapak dan ibu. Kahima dan pengurus IP Tangsel juga teman-teman yang seregional yang saling menyemangati setiap saat.  Suamiku yang memberi ijin dan ridhonya untuk menuntut ilmu, anak-anakku yang baik dan selalu mengingatkan ketika tugas belum dikerjaan,  ikut belajar dan berproses. Terimakasih atas dukungan dan doanya untuk mama. 

Semoga IP tambah maju dan sukses agar  banyak ibu yang belajar dan berproses menjadi kupu-kupu yang cantik dengan perannnya masing-masing.

Suka sekali dengan proses pembelajaran di buncek.







#aliranrasa
#buncekbacth1 
#ibuprofesional




 


 



Selasa, 07 Juli 2020

Jurnal Mentoring pekan ke 7



Assalamulaikum, hai semua...

Memasuki pekan ke 7 kelas bunda cekatan di proses mentorship ini adalah melukiskan perasaan selama menjalaninya.

Sebenarnya sih bahagia karena dapat orang baik yang menunjukkan jalan untuk belajar nahwu shorof, walau saya mengerti mungkin karena kesibukkan beliau jadi kadang belum maksimal.

Tapi tetap bersyukur dan mengambil pelajaran bahwa belajar tak harus bergantung sepenuhnya kepada orang lain.

Walau jujur terkadang ketika saya down semangatnya ya juga butuh teman yang bisa memompa semangat, menularkan energi positif agar bisa kembali bahagia dan berakhir dengan high energy ending. 

Awalnya playground saya adalah tahsin, saya bahagia belajar dan mengajar tahsin, mengajarkan Alquran kepada orang lain, tertama anak-anak,  akhirnya merambah untuk tahu nahwu shorof agar saya paham kaidah-kaidah dalam Alquran yang kubaca akhirnya aku bisa paham dan mengerti maknanya dan kuamalkan dan ajarkan apa yang sudah kupelajari untuk menjadi pedoman hidupku.

Butuh waktu lama mempelajari keduanya dan waktu di mentorship ini  tak cukup. Tapi alhamdulillah bisa bertemu teman dam mentor yang sefrekuensi dalam belajar.

Sedih belum dapat surat cinta dari mentor ketika menanyakan beliau belum sempat, tapi saya tetap menghibur diri sekali lagi bahwa belajar tak harus bergantung kepada orang lain. 

Saya harus tetap jalan dan semangat menyemangati diri, menyetorkan jurnal ini apa adanya.



Me



Alhamdulillah akhirnya dapat juga surat yang ditunggu-tunggu pukul 20.14 wib.



#jurnalpekanke7
#terimakasihmentor
#kelaskupukupu
#buncekbatch1
#Ibuprofesional

Selasa, 30 Juni 2020

Jurnal Pekan ke 6

Memasuki pekan ke enam fokus pada kemajuan,  gak usah tengok kebelakang setelah melakukan false celebration.

Fokus dan high speed untuk mencapai tujuan mentorship. Selain di mentorship alhamdulillah  didukung  dengan kursus online yang baru saja selesai untuk level 1 insyaAllah  lanjut level 2.

Di Pekan ke 6 ini kami tiap hari komunikasi via whatsapp juga mesenger untuk mengintensifkan belajar melakukan action plan agar goal tercapai InsyaAllah. Aamiin.

Ini foto diaryku,  yang menggambarkan keadaanku pekan ini.


#jurnalpekan6
#kelas kupu-kupu
#buncekbacth1
#ibuprofesional

Selasa, 23 Juni 2020

False Celebration and 360°

Assalamualaikum,  Gimana kabar semua? Tambah seru atau tambah galau? 

Apakah yang menyebabkan hal itu terjadi. 
Diskusi dengan mentor apakah yang sudah di rencanakan berjalan baik atau masih perlu perbaikan. Harus jujur pada diri sendiri. Mengakui kesalahan diri,  "it's ok if I make mistake as long as I learn something from my mistake".

Selain itu juga minta feedback kepada mentor,  anak-anak,  suami.

Ternyata kesalahan perlu juga di selebrasi agar kita bisa memperbaikinya dan tidak salah lagi. 

Sesuatu  yang luar biasa kalau bisa tahu apa kesalahan sendiri dan bertekad untuk memperbaiki.

False celebration adalah mencari kendala yang menghambat selama proses kuliah buncek khususnya program mentoring.  

False celebration dengan mentor, ada
beberapa hal dari mental saya yang harus diperbaiki yaitu tidakkonsisten dalam melaksanakan rencana yang sudah saya tulis, kurang fokus juga harus menurunkan standar. Membaca terjemahan tak perlu banyak 15 menit cukup,  juga menghafal kosa kata dalam alquran cukup 5 saja sehari.




Meminta feedback dari orang-orang terdekat yang selalu bersama-sama 24 jam yaitu kepada anak dan suami. Dari anak-anak memberikan feedback kalau mamanya ini masih perlu mengendalikan emosi. Ini sudah saya latihkan di tantangan 30 hari yang lalu. Perlu dilanjutkan. 

Minta feedback dari suami beliu tidak ngasih jawaban, tapi saya biasa di tegur saat nyuci baju yang masih perlu belajar lagi hihi. 

Untuk action plan yang saya buat masih ada yang belum maksimal perlu saya revisi. 

Mentorship Nahwu sorof belajar meng'irob juga langsung berdiskusi jika ada kata-kata yang sulit.







#Jurnalpekan5
#kelaskupukupu
#buncekbacth1 
#Ibuprofesional

Selasa, 16 Juni 2020

Jurnal Pekan ke 4

Check In

Bagaimana  hubungan dengan mentor atau menteemu?

Kebetulan saya hanya punya mentor saja.

Apakah masih berlangsung dengan baik?
Alhamdulillah dari pertama memang sudah baik tapi kami jarang basa-basinya. Eh Ada ding  basa-basinya menanyakan kabar. Kenalan juga sudah. Kemarin kepotong dengan libur lebaran jadi kami fokus untuk menyelesaikan Ibadah akhir ramadhan.

Selama ini memang selalu via messenger  cuma kadang tak terbaca Jadi saya menyarankan via wa juga.  Alhamdulillah beliau setuju.

Kami kalau ketemu ngobrol  ya mengenai Nahwu shorof saja.

Awalnya memilih beliu menjadi mentor karena saya ingin memperdalam nahwu shorof dalam kaitannya untuk mengetahui tata bahasa dalam Alquran sehingga saya tahu artinya insyaAllah menuju memahaminya untuk mentadabburi dan Semoga istiqomah dalam menjalankannya.  Aamiin.

Kemarin-kemarin memang  mengatakan belum bisa nge wa/fokus Karena  faktor waktunya yang  belum pas.  Alhamdulillah setelah saya hubungi beliau Sudah aktif dan saling merespon.

Dalam proses  check-in ini beliau menanyakan tujuan saya dan  menanyakan apa yang akan saya lakukan.

Setelah itu bismillah kita jalan dengan yang sudah kita sepakati yaitu belajar meng'irob.

Hari ini saya mengerjakan 1 lembar tugas/latihan yang mengharuskan saya mengatur dari berbagi sumber di internet bahkan buku-buku nahwu shorof anak.

Semoga bisa berjalan lancar mentorship ini. Hingga bisa menjadi salah satu jalan yang mengantarkan saya bisa terbang lebih tinggi.

Program mentorship buncek sungguh luar Biasa.  Bisa diadopsi ketika kita mementori anak-anak kita.



#jurnalke4
#tahapkupukupu
#buncek1
#institutibuprofesional









Selasa, 09 Juni 2020

Jurnal pekan 3 Kelas kupu-kupu

Mempunyai mimpi-mimpi adalah hal yang biasa, tapi berjuang sekuat tenaga, gigih, pantang menyerah,  fokus Dan konsisten  mewujudkan mimpi baru luar 
biasa. 

Seperti di bunda cekatan ini kita dilatih untuk konsisten dalam suatu hal, walaupun banyak yang menggiurkan untuk dipelajari. Banyak yang menarik, tapi aku tak boleh tertarik. 

Fokus dan konsisten adalah kunci kesuksesan.  Mau cekatan di bidang soaping yang penting konsisten  walau hanya 15 menit persatu. 

Punya impian dan tujuan yang direncakan dengan baik.  Menentukan skala prioritas dari mind map sebagai berikut:





Skala prioritas sudah ditentukan maka membuat rencana tentang langkah-langkah yang akan ditempuh juga perkiraan waktu pencapaiannya.
 Dari paling prioritas apakah tujuannya?  Tujuannya adalah agar saya menjadi ahli Qur'an yang bisa menularkan kepada keluarga maupun masyarakat muslim.  Dan Insyaallah akan saya lakukan sepanjang hayat. Terus belajar Tanpa pernah merasa puas. Teori, praktek dengan memperbanyak tilawah,  mendengarkan murottal, Mengahafal Dan mentadabburi.




#jurnalke3
#tahapkupukupu
#buncek1
#institutibuprofesional

Lomba 17 an

Sendiri mendaftar, berangkat bareng teman, pengumuman pun sendiri. Masyaallah tabarokallah,